Beranda » sokanalitis » Hari Perempuan Internasional

Hari Perempuan Internasional

Pagi-pagi sambil ngopi, kuping mantengin radio. Speaker disetel kenceng-kenceng. Tak lupa kertas bertebaran di seantero gudang kecilku heeheheheh. Mantapnya dunia ini, apalagi kalau ada yang menemani sekadar telepon atau sms-an ria egegegegeg. Pas lagi nikmat-nikmatnya mendengar penyiar nyerocos eh ada satu kabar yang membuat aku lantas ingin membahas tema yang satu ini. Yap, apalagi kalau bukan perempuan.

Hari ini, tepat 8 Maret adalah tanggal yang akan dikenang oleh wanita di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Hari ini, tepat tanggal ini, saat untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Wow. Luar biasa. Peringatan ini dimulai sejak ada kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City.

Di Eropa, Hari Perempuan Internasional dirayakan pada sekitar 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada 1960-an. Pada 1975, PBB mulai memberikan sponsor pada Hari Perempuan Internasional.

Wow…membicarakan perempuan tentu tak akan jauh dari feminisme. Wah apa itu feminisme? Menurut KBBI, feminisme adalah gerakan wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria. Bila kita hendak membahas kesetaraan gender sebenarnya ini telah ada sejak dulu. Bahkan, di Islam ada satu ayat dalam kitab tentang hal itu. Tepatnya pada Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”). Awal mula turunnya surat ini adalah adanya gugatan dari seorang perempuan bernama Khaulah binti Tsa’labah yang dizhihar suaminya. Zhihar adalah perbuatan suami yang menyamakan istri dengan sang ibunda. Sang perempuan akhirnya meminta Muhammad sang Nabi bersikap adil atas hal itu.

Di Indonesia sendiri feminisme sudah dimulai sejak Kartini. Namun, bagi saya sejarah feminisme dengan segala alirannya ini sudah ada sejak dulu sangat dulu. Sayang disayang, perempuan zaman sekarang yang menganut dan menjadikan feminisme sebagai senjata sehingga mereka merasa bebas melepaskan tanggung jawab sebagai perempuan. Namun, bukan berarti pula perempuan harus terus menerus berada di rumah. Dia hanya mengurus rumah dengan segala perabotannya. Perempuan yang tidak melawan saat ada ketimpangan dan “pelecehan” terhadap dirinya.

Sekilas lantas saya teringat dengan “Pengakuan Pariyem”. Sebuah prosa lirik milik Pak Linus Suryadi Ag. Pariyem yang dipanggil Iyem adalah seorang perempuan Jawa yang menjadi pembantu di Yogyakarta. Keluguannya dalam menjalani hidup adalah satu kelebihan dari seorang manusia. Tidak neko-neko. Namun, dia juga tidak bisa melindungi diri. Dia hamil karena anak Ndoronya. Dia hanya PASRAH. Ini temtu mengingatkan kita pada nasib berjuta TKW di luar negeri. Pahlawan devisa ini telantar begitu saja. Tak jarang mereka harus menderita fisik mauoun mental.

Perempuan yang baik adalah perempuan yang cerdas dan menempatkan diri sesuai porsinya. Dia berpendidikan bukan semata untuk kehidupan pribadinya, melainkan untuk anak keturunannya. Sebab, seorang perempuan adalah sekolah terbaik untuk anak-anaknya. Sungguh benar pepatah “perempuan adalah tiang negara”. Ya tentu saja semua makhluk di dunia ini harus mengakui itu. perempuan yang baik adalah perempuan yang bisa melindungi diri dan mandiri, tidak tergantung pada orang lain.

Dan satu lagi, tak ada seorang lelaki pun yang hebat tanpa perempuan di belakangnya. Sekuat apapun lelaki itu akan tunduk dan takluk pada perempuan. Kaisar Romawi Julius Gaius atau Gaius Julius Caesar bisa bertekuk lutut dengan Cleopatra woew..

Karena itu, para perempuan…tunjukkan kemampuanmu….

::Selamat Hari Perempuan Internasional::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s