Beranda » ceritaku » nyepi

nyepi

Hari ini pemeluk agama Hindu sedang melaksanakan ritual menyambut tahun baru saka. Tentu saja seperti keyakinan yang lain, umat Hindu menjadikan hari ini sebagai evaluasi. Mengingat kesalahan masa lalu sembari memperbaiki ke depannya. Seperti agama yang lain, ada saat-saat tertentu terkait koreksi diri.

Saya memang tidak terlalu paham dengan NYEPI. Namun, seperti agama lain tentu ritual ini memiliki tujuan khusus. Penyucian alam manusia dan alam semesta. Meminta ampunan kepada Tuhan serta membersihkan jagat raya terhadap berbagai bencana, mungkin begitu kali ya.

Pada puncak nyepi, saya bisa membayangkan Pulau Bali begitu sunyi. Semua kegiatan dihentikan. Bagaimana tidak, suasana puncak perayaan nyepi yang digelar pada Purnama Kedasa (bulan purnama ke-10) ini seperti mati. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata”. Penyepian yang terdiri atas “amati geni” (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), “amati karya” (tidak bekerja), “amati lelungan” (tidak bepergian), dan “amati lelanguan” (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

Keempat kegiatan terakhir memiliki makna yang berbeda-beda meski hampir sama. Brata adalah pengekangan hawa nafsu. Yoga adalah menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan). Tapa merupakan latihan ketahanan menderita. Sementara samadi adalah manunggal kepada Tuhan yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin.

Meski di Pulau Jawa tidak seramai Pulau Dewata, perayaan Nyepi tetaplah khidmat. Umat Hindu melaksanakan tawur kesanga di pelataran Candi Prambanan. Megahnya candi di perbatasan Sleman, Yogyakarta, dengan Klaten, Jawa Tengah, itu menyimbolkan kokohnya rasa keimanan umat Hindu.

Tak terasa sebulan lalu aku sempat menapakkan kaki di candi itu. kesucian tempat beribadah bagi umat Hindu.

Nyepi, mungkin aku juga perlu melakukan ini untuk mendetoks kotoran dan racun dalam diriku sebagai manusia (mikrocosmos). belajar untuk mengeluarkan hawa nafsu dalam bentuk energi positif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s