Beranda » sok PUITIS » sekuel *4

sekuel *4

Aneh mungkin. Namun, ini yang terjadi. Bahwa memperbaiki adalah hal yang lebih sulit dari membangun ulang di tempat berbeda. Konon, Kerajaan Mataram berada di kaki Merapi, tapi karena terkena abu dan longsoran, mereka pindah. Ini membuktikan bahwa benar memang mereka memilih pindah dan membangun kerajaan daripada memperbaiki yang sudah rusak.

Pun dengan kita, manusia. Saat satu hal retak dan rusak dalam kehidupan kita, akan menjadi opsi tepat bila kita mencari lahan baru dan membangun hal serupa dari awal (lagi). Bukan hal mudah tentu, tapi selayaknya lilin yang telah patah. Hubungan tak akan mudah untuk diperbaiki. Meski lilin itu dibakar kemudian dilekatkan dan diharapkan menyatu. Namun, yang terjadi tak akan sempurna. Di tetap akan membentuk satu retakan.

Apakah lantas itu hanya akan berlaku untuk kelanjutan dua insan? Tidak. Ini berlaku untuk semua hubungan manusia. Kita dengan setiap personil yang ada di dekat kita. Yang memiliki interaksi dengan kita.

Membangun hal baru tentu membutuhkan sebuah kekuatan baru. Meninggalkan sesuatu yang telah menyakitkan untuk sesuatu yang (diharapkan) lebih baik. Kehidupan mungkin judi dengan pilihan yang sangat terbatas. Namun, bukan berarti kita sebagai manusia tak dapat mengambil hikmah dari setiap yang terjadi.

Sekali lagi, saya harus mengakui bahwa membangun yang baru adalah (mungkin) lebih mudah dibanding menyusun kembali reruntuhan. Namun, saya LEBIH TAHU bahwa saya tidak akan menjadi orang yang bijak ketika saya meninggalkan retakan atau reruntuhan itu begitu saja. Meski sakit, tindakan bijak ketika kita berusaha mengembalikan pada bentuk semula sembari mencoba memberikan pengertian diri bahwa tak ada satu pun yang sempurna di dunia ini.

Harus diakui cermin yang telah pecah tak akan lagi memberikan pantulan yang baik meski telah dilekatkan kembali. Namun, cermin yang telah menyatu itu mampu memberikan pantulan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Meski itu TIDAK AKAN PERNAH kembali utuh, mencoba menyusun kembali adalah lebih baik daripada meninggalkan begitu saja dan membeli yang baru.

Keduanya sulit tentu. Membangun baru sulit, menyatukan yang telah pecah pun demikian. Namun, bijak bila kita bisa melakukan keduanya.
Memiliki hubungan baru dengan orang baru mungkin lebih mudah untuk dilakukan, tapi bukan hal bijak ketika kita menelantarkan begitu saja orang yang pernah hadir dalam kehidupan kita meski dia telah membuat kita kecewa. Minimal menyatukan kembali meski bentuknya akan berbeda. Memiliki perasaan memang tidak harus memiliki, tapi bukan seorang pejuang bila dia tidak berusaha mendapatkan yang BISA dia dapatkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s