Beranda » sok PUITIS » sekuel *3

sekuel *3

Apakah sebuah kesedihan harus dibuktikan dengan air mata? Manusia memang berhak menyesali, tapi tak mampu untuk membuat kembali. Sebuah perjumpaan, mungkin kau akan berpikir ini adalah awal dari sebuah kebahagiaan. Tidak, aku katakan padamu. Bahwa pertemuan, perjumpaan, serta kebersamaan adalah sumber malapetaka. Dia awal dari kesedihan sebuah perpisahan. Perjumpaan hanya untuk memperlambat perpisahan itu yang harus ingat.

Aku tak pernah merasa menyesal saat berpisah denganmu. Aku hanya sangat menyesal ketika Tuhan membawaku pada pertemuan yang melahirkan perpisahan antara aku denganmu.

Perpisahan memang tak perlu disesali. Dia memang tak akan kembali lagi, tapi bukan berarti membuat kita terus menangisi. Ini yang justru membuat kita menjalin lagi sesuatu yang baru.

Aku dan kamu bukan hal yang abadi. Saat kita bertemu, saat itulah jam pasir mulai menunjukkan kuasanya. Satu per satu butir pasir itu mengatakan bahwa “inilah waktu yang kalian punya untuk bersama.”

Nyawa kita, hidup kita, tubuh kita. Saat nyawa kita bertemu dengan raga, itulah hitungan awal atas sebuah perpisahan yang bernama kematian. Lantas, apakah rasa yang terpupuk dan tumbuh dalam diri kita juga akan mati saat perpisahan itu datang? menjelma ia menjadi angin yang tak tentu arah. Tak ada yang bisa menyelam dalam hati manusia. Pun dengan aku yang tak bisa menyelami luas dan curamnya lubuk hatimu.

Tangis bukan hanya satu simbol kesedihan, dia merangkum semua rasa. Haru, gembira, dan kesedihan. Bila aku mampu memegang tanganmu sekarang untuk menenangkanmu, akan aku lakukan. Namun, jangankan menyentuh, aku bahkan tak diizinkan-Nya memandangmu.

Sebuah pertemuan diiringi bom waktu bernama perpisahan. Itulah hukum yang wajib ditaati oleh semua makhluk-Nya. Pun dengan aku dan kau.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s