Beranda » sok PUITIS » sekuel *2

sekuel *2

Aku mendengar tentang kau. Yang jauh dan tak pernah aku kenal. Satu pertemuan yang memberi kunci atas lamanya penantian. Pertemuan untuk sebuah permintaan yang terlalu cepat bagiku. Aku memang telah lama mengharap. Namun, ini sangat-sangat terlalu cepat dengan embusan kabar yang menyisakan tangis.

Suara lembut wanita itu menggetarkanku. Permohonannya sangat tak masuk akalku. Namun, aku harus mengiakan. Hatiku tidak mengizinkan menolak. Dia wanita lembut dengan suara sejuknya. Dia meminta sesuatu yang tak bisa aku putuskan sendiri meski aku mengiakan.

Dia terbaring dalam ruangan beraroma alkohol. Matanya berkedip. Terlihat sekali usahanya untuk bergerak. Aku mendekat. Membisikkan sesuatu. Sebuah perkenalan. Nafasnya bergemuruh seakan hendak memecahkan tangis. Jarak jauh ke Kota Budaya ini tak pernah ada dalam prediksiku. Terlebih menemuinya. Rambutnya telah dua warna. Tangannya dililit selang jarum. Aku merasa dia adalah bagianku meski aku tak kenal. Sama sekali tidak mengenal.

Tanganku digenggam lelaki yang menjadi separuh nafasku. Dia tahu aku sejak lahir hingga kini. Lelehan air di sudut pipiku membuatnya bergetar. Dia tahu aku adalah miliknya selamanya meski hanya titipan. Namun, lelaki yang berbaring itu tetap akan menjadi bagian dalam hidup kami beberapa menit mendatang.

Kau, apakah ini memang cara untuk mempertemukan kita? Dalam kegundahan hati. Dalam kegelisahan jiwa pesan bahagia hendak disampaikan. Dua wanita teduh itu, seorang lelaki berhati baja, dan kau.

Tak ada lagi kata…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s