Beranda » sok PUITIS » sekuel *1

sekuel *1

Aku melihat wajahnya. Sembab mata itu tetap mengalirkan butir bening. Di kejauhan dia terlihat sangat tenang meski aku tahu ini berat. Banyaknya insan yang hadir tetap tak menyisakan suara. Senyap dan sepi. Seperti malam tanpa hiasan bintang.

Wajah sendu itu makin menunduk. Ditelan gelayut mendung yang menggelegar. Dia terengah menarik nafas. Udara mencekat dada dan membungkam hidungnya. Namun, aku tak bisa melakukan sesuatu pun baginya.

Sosok yang tak pernah aku lihat sebelumnya itu terempas badai yang pernah memporakporandakan Australia. Dia kehilangan satu tongkat hati yang selama ini menguatkan. Tetap di kejauhan kulihat dia menutup mata.

Namun, sekali lagi aku tak dapat melakukan apa pun. Sekuel ini menambah satu koleksi tetes air mata. Dia yang baru sekali ini aku lihat menumpuk satu kisah yang melengkapi mozaik puzzle.

Sekali lagi. Aku tak dapat melakukan apa pun selain melihat dia yang tak melihatku. Sekali lagi aku tak dapat melakukan sesuatu selain menahan nafas seperti dia tertahan. Aku hanya dari jauh melihatnya.

Satu sekuel, satu mozaik, satu puzzle, satu koleksi, satu teka teki yang selamanya hanya akan tertumpuk dalam naskah-naskah kosong.

Aku tak dapat melakukan sesuatu…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s