Beranda » filologi » kritik teks

kritik teks

Langkah menganalisis naskah selanjutnya dalam menyunting teks adalah kritik teks. Langkah ini untuk melihat berbagai bentuk kesalahan salin tulis dan ketidakkonsistenan. Beberapa bentuknya adalah sebagai berikut.
1. Lakuna, yakni pengurangan huruf atau suku kata, kata, frase, klausa, kalimat, dan paragraf.
Contoh lakuna:
mura harusnya murah
da harusnya dan
bada harusnya badan

2. Adisi adalah penambahan huruf atau suku kata, kata, frase, klausa, kalimat, dan paragraf.
Contoh adisi
Sifata harusnya sifat
Iilmu harusnya ilmu
3. Ditografi merupakan perangkapan huruf atau suku kata, kata, frase, klausa, kalimat, dan paragraf.
Contoh ditografi
Mari-mari kita berperi bani, Ia berkata berulang-uhlang, Ia berkata berulang-ulang kalimat ”ia berkata berulang-ulang” harusnya dihilangkan salah satu.
4. Substitusi, yakni penggantian huruf atau suku kata, kata, frase, klausa, kalimat atau paragraf.
Contohnya
Bapa harusnya bapak
Yak harusnya yang
5. Transposisi, yakni perpindahan letak huruf atau suku kata, kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf.
Contohnya
Amal dan ilmu seharusnya ilmu dan amal
Biasanya perpindahan ini karena syair tidak tepat hitungannya atau iramanya.

Salam filologi’ers

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s