Beranda » sok PUITIS » hilang

hilang

Aku mulai menghindarinya. Dulu, aku dan dia adalah teman. Aku harap ini pun sampai sekarang. Kami tak ada sungkan untuk mengatakan berbagai hal satu sama lain. Memanggil nama dan menanyakan kabar, diskusi dan membicarakan berbagai hal, bercanda dan berbagai aktivitas dunia maya. Bagiku ini sebuah kemajuan besar, meski benar bahwa aku hanya berani di dunia maya. Dan mulai jadi keong bila bertemu di dunia nyata.

Namun, akhir-akhir ini aku mulai kehilangan dia. Kami tak ada masalah. Kami tak ada sesuatu yang membuat kami “jauh”, perselisihan, misalnya. Kami benar-benar (paling tidak menurutku) tidak ada masalah sama sekali.

Tak jarang sebenarnya dia online di dunia maya, tapi dia tak lagi menyapaku seperti dulu. Kami terkesan saling menghindari dengan tidak menyapa satu sama lain. Rasa sungkan mulai datang, keganjilan juga hadir. Lagi-lagi, seperti biasa aku membiarkan dan tidak berusaha menyelesaikannya. Sembari berharap dia mulai menyapa lagi.

Kami mulai ganjil dan asing. Kaku dan terkesan menjauh. Satu kali, dua kali, tiga kali,…..aku buka line obrolan. Dia tak menyapa. Pun hari ini. aku tahu dia ada, tapi tidak menyapaku. Kata-kata pilihan kami dalam berbicara sudah mulai hati-hati. Meski, kadang aku masih tetap tersenyum membaca statusnya.

Teman…bisakah kita kembali seperti dulu? Namun, bila ini adalah yang terbaik di antara kita untuk tidak lagi “bicara”, salah jika aku memaksa kita kembali seperti dulu. Meski, aku sebenarnya mulai kehilangan tertawa karena tak lagi bicara denganmu.

19/12/10

Iklan

4 thoughts on “hilang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s