Beranda » ceritaku » SLJJ itu Long distance

SLJJ itu Long distance

“Wah mana bisa saya jarak jauh,”
“Lho kenapa tidak? Kan hanya 1–2 tahun?”
“SLJJ? NO!”

SLJJ, ini salah satu istilah untuk sebuah hubungan jarak jauh. Saluran jarak jauh pengertian sebenarnya. Namun, dalam konteks ini mengarah pada Long Distance. Saya tak bisa membayangkan bagaimana memiliki hubungan jarak jauh dengan seseorang. Memang banyak yang mengatakan kekuatan terbesar adalah pada KEPERCAYAAN. Tapi, tetap sulit kali ya? Meski sebenarnya aku pun sedang menjalin hubungan SLJJ.

Suatu malam, saat Si Noki aku nyalakan, muncul satu pesan bahwa telah dihubungi satu nomor. Nomor abangku rupanya. Saat aku balik menanyakan keperluan menghubungi dia menjawab, “hanya ngecek”.

Saat kalimat itu muncul di layar Noki, satu getaran muncul. Dia abangku satu-satunya. Yang aku tahu sangat menyayangi aku tentunya. Kami sudah beberapa bulan tak bertemu sejak Lebaran kemarin. Kami pun jarang sms dan telepon. Sms malam itu menjadi sebuah obat rindu dalam getaran kasih kami. Ikatan yang bisa jadi tak didapatkan semua orang.

Suatu pagi yang cerah dan Noki sedang baik hati. Satu telepon masuk, ayahku menanyakan apakah sudah sarapan? Satu pertanyaan yang sangat sederhana, tapi tidak untuk hubungan jarak jauh di antara kami.

Di sore hari deras mengguyur, satu sms mendarat. Ayundaku menanyakan barang yang kira-kira aku butuhkan. Saat itu dia sedang di rumah orang tua kami. Dia tak lupa mengabarkan tentang menu harian. Sedang apa dan memasak apa. Tak lupa memberikan gambaran masakan ibu tercinta di rumah.

Long distance. Semua orang menganggap ini hanya untuk sepasang insan yang sedang kasmaran. Namun, tidak untuk kami. Cinta kami dan kasih sayang yang kuat pun sedang diuji jarak. Kepercayaan menjadi satu kunci utama dalam hubungan kami.

Long distance. Kadang kita akan merasa terbunuh dengan ini. Rindu yang memuncak tak jarang meneteskan bulir permata. Betapa sudut bola mata itu cukup menggambarkan kerinduan seorang bunda terhadap anandanya.

Long distance. Mungkin kau pernah merasakannya juga. Namun, yakinlah bahwa setiap jarak adalah pelajaran untuk tak pernah menyia-nyiakan seseorang di samping kita. Entah dia keluarga, teman, dan “seseorang”.

Namun, ada satu kelebihan ketika kita mampu menjalankan SLJJ dengan baik. Jarak yang selama itu memisahkan adalah sebuah pendekatan yang jujur. Saat kita bertemu dengan orang yang jauh inilah perpisahan seakan tak ada artinya. Dari jarak, Kita akan menjadi seseorang yang bisa dipercaya. Apakah kita masih layak untuk saling percaya?

Mungkin benar yang dikatakan Arswendo Atmowiloto bahwa sesungguhnya pemisahan jarak di antara dua orang, sesungguhnya pemendekan jarak di antara keduanya. Semakin kita jauh dari seseorang, maka akan terasa pula kerinduan dan kebutuhan kita terhadapnya. Jarak pun terkikis dari sana.

*sebuah kerinduan untuk kembali ke sarang*

Iklan

2 thoughts on “SLJJ itu Long distance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s