Beranda » ceritaku » Sampai Jumpa Noki, Selamat Datang Sony

Sampai Jumpa Noki, Selamat Datang Sony

Tulisan ini sebenarnya menyambung bagian akhir dari tulisan terdahulu.
Beberapa pekan lalu saat aku sedang dalam perjalanan dolan ke sebuah museum yang lumayan jauh, tiba-tiba si Noki mati. Nge-heng dan akhirnya ngambek. Mati sendiri. Tidak jelas. Aku ikut mutung.

Umurnya baru mau jalan dua tahun, eh lha kok sudah mulai mati. Ini jelas bikin badmood. Bagaimana tidak? Aku tak dapat menerima dan mengirim pesan dengan leluasa. Aku tak dapat menghubungi mereka yang biasanya aku hubungi. Pun sebaliknya, mereka yang biasa menghubungiku mulai terganggu. Lebih-lebih lagi aku tak dapat membuka jejaring sosial untuk sekadar menulis rentetan kata-kata. Itu semua karena si Noki tiba-tiba suka ngambek. Mosok mencet nomor saja tidak bisa? Kebangetan kan? Tapi, yah sudahlah apa mau dikata.

“Dia capek kali ya?”
Sebab, waktu aku cek isi pesan yang ada di dalamnya…eng-ing-eng….lebih dari 6.000 pesan. Semua itu terdiri atas konsep, kotak masuk, kotak keluar, dan pesan tersimpan. Ya ampun pantas dia badmood sama aku. Bagaimana tidak? Aku memaksa dia menelan semua yang aku kirim dan aku terima. Mungkin dia bilang, “Dasar penyampah!”.

Satu per satu, pesan itu aku hapus. Ada ucapan ulang tahun dari teman SMP, kenalan dengan teman dari Gorontalo, Thai, Kamboja, dan Riau. Dua tahun ucapan Ramadan dan Lebaran. Diskusi tentang naskah dan skripsi. Puisi-puisi dan pesan singkat tak terduga heheeheheh.

Kebuntuan komunikasi ini pun “hampir” terpecahkan. Rencananya, aku memang mau mencari Noki lain sebagai pengganti. Namun, aku batalkan. Pasalnya, si Sony yang usianya tak jauh beda dengan Noki dikirimkan Ayundaku. Lumayan kan? Gretongan. Satu masalah muncul…..nomor-nomor masih disimpan Noki. Karena itu, aku susah menghubungi orang-orang. Setiap ada sms masuk pun harus tanya, “maaf ini siapa ya?”……

Mungkin benar ini memang yang harus terjadi. Ada kalanya kita harus merelakan yang sebenarnya tak ingin kita lepas. Dengan melepas, bisa jadi kita akan lebih bisa berpikir yang terbaik di masa depan. Melepas saat ini bisa jadi bukan untuk selamanya, melainkan sebagai sebuah ancang-ancang untuk melangkah lebih mantap.

Sekali lagi, perpisahan adalah sebuah cara untuk mengenal sekaligus melupakan. Noki, sampai jumpa….bukan berarti kita berpisah. Saat aku rindu kita akan kembali bertemu heheeheh. Dan, untuk Sony semoga kita bisa jadi partner yang baik satu sama lain. Jangan ngambek!

Kini, ucapkan….
”Selamat Datang Sony, Sampai Jumpa Noki”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s