Beranda » ageming ati » kembali baru

kembali baru

Sekali lagi sebuah liburan tak ada di rumah. Liburan yang biasanya kami sekeluarga makan dan kumpul di rumah. Kakak, edaku, dan tuyulnya biasanya akan menyempatkan diri pulang pada libur nasional seperti ini. Namun, sekarang tidak. Di rumah hanya ada ayah dan ibu.

Tahun Baru Hijriah. Masih lekat di benak saya ketika saya kecil. Saya ngotot pengen diweruhke kebo bule Keraton Solo yang membuat orang berbondong-bondong. Tumplek blek di sekitaran jalan protokol Solo hingga Mangkunegaran. Namun, ayah saya waktu itu hanya mengajak keliling kota dengan sepeda onthelnya. Tak lupa kami diajak mampir ke warung langganan ehehhehehe makan nasi goreng dan beberapa usus. Mak nyus….

Namun, kini saya berada jauh dari rumah. Meski demikian, saya tak akan melepas momen bersejarah bagi umat Islam ini. Yah, apa lagi kalau bukan tentang TAHUN BARU HIJRIYAH?

Awal dari tahun baru umat Islam ini adalah ketika Khalifah Umar bin Al-Khattab menerima surat balasan atas surat yang dikirimkan. Balasan surat itu diawali dengan ungkapan yang kurang lebih begini ,”…saya telah menerima surat Anda yang tidak berangka tahun itu.”.

Bangsa Arab memang telah mengetahui penanggalan lewat matahari (qamariah). Mereka juga menjadikan sebuah peristiwa untuk merujuk penunjukkan misal Tahun Gajah. Namun, seiring berjalannya waktu peristiwa hijrah ke Madinah lah yang dijadikan pijakan tahun Islam. Hanya itu yang saya tahu…..

Lantas apa yang “harus” kita lakukan dalam memasuki tahun yang baru?

INTROSPEKSI

Kata satu ini tentu saja menjadi hal yang paling disebut. Mengevaluasi diri. Bila memang dalam satu tahun kemarin banyak hal baik, itu yang harus dipertahankan. Sebaliknya, jika keburukan ternyata yang lebih dominan, sudah seharusnya kita memangkasnya dan menambal dengan yang ke depannya.

Surat Al-Anbya 34–35 yang berarti

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah kamu sekalian dikembalikan.”

Yah, begitulah adanya bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Pun dengan hidup kita. Bisa jadi detik ini malaikat pencabut nyawa itu datang. kehidupan adalah sesuatu yang tak akan pernah berulang. Dia terus berputar. Dia bukanlah jam yang melangkah dari angka 12 kembali ke angka 12. Tidak sama sekali tidak.

“Tiap-tiap umat memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaat pun, dan tidak dapat pula memajukannya”

Dan tanda kecelakaan itu ada empat:

1. Tidak mengingat ingat dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan di sisi Allah SWT.

2. Menyebut segala kebaikan yang telah diperbuat, padahal siapa pun tidak tahu kebaikan itu diterima atau ditolak.

3. Memandang orang yang lebih unggul dalam soal duniawi.

4. Memandang orang yang lebih rendah dalam hal agama.

Saya tak terlalu paham dengan agama. Karena itu saya terus belajar dan mencoba menerapkannya sedikit demi sedikit dalam kehidupan.

Selain itu, ingat ya ……puasa syura…
1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.

2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama.

3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh).

Membicarakan tahun baru, saya jadi ingat dengan ponsel saya si Noki saya yang sepertinya juga sudah minta diganti dengan yang baru. Mungkin dia terlalu lelah dengan maksiat (jiaaaaahhhhh berat kali kata ini) yang saya lakukan. Lain kali kalau ada rezeki biar tenang di masa tuanya heheheheeheh sabar ya Noki….

gambar aku ambil dari sini

Iklan

One thought on “kembali baru

  1. Ping-balik: Sampai Jumpa Noki, Selamat Datang Sony | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s