Beranda » in Batavia » Darinya ku ingat DIA

Darinya ku ingat DIA

Hari sudah mulai sore. Surya itu sudah mengedipkan mata hendak pulang. Aku masih menelusur jalan Cikini Raya menuju TIM. Sepanjang jalan Cikini memang menyimpan banyak sejarah. Itu akan kita rasakan dari setiap jengkalnya. Dari satu jalan ini saja aku pribadi seakan bisa membayangkan bila aku adalah none Belanda heehehehe. Kalau pernah membaca novel “Mata Kunci” karangan Hella S. Haasse, kita akan bisa menyimpulkan bahwa Cikini adalah salah satu jalan populer masa itu. Meski sebenarnya Hella hanya menyebutkan kolam renang Cikini di sebuah hotel di jalan tersebut.

Namun, untuk tulisan ini aku hanya akan membicarakan TIM. Tulisan ini sedianya akan saya poskan setelah beberapa tulisan lain yang sudah saya siapkan. Namun, karena ada seorang teman yang menanyakan posisi tempat rekreasi yang satu ini. So, kenapa tidak saya poskan lebih awal?

Kalau kamu anak teater atau minimal penyuka teater, TIM pastilah tidak akan asing. Pasalnya, selain merupakan tempat pertunjukkan, TIM juga “mengandung” IKJ, sebuah institut penelur NAIF. Siapa hayo yang tak tahu Naif? Yuhuuyy mereka adalah grup band yang nyentrik punya. Nah, di tempat ini pula ada sebuah gedung yang sangat dekat dengan anak-anak pencinta bintang. Yap, betul sekali di sini lah PLANETARIUM Indonesia.

Planetarium Indonesia merupakan salah satu bagian TIM. Sementara TIM atau Taman Ismail Marzuki yang terletak di Jalan Cikini Raya No 73 ini dulunya adalah Taman Raden Saleh (TRS). Pengunjung TRS selain dapat menikmati kesejukan paru-paru kota, juga dapat menikmati sejumlah hewan, nonton balap anjing di treck “Balap Anjing” yang kini berubah menjadi kantor dan ruang kuliah mahasiswa fakultas perfilman dan televisi IKJ. Bahkan, dulu ada lapangan bermain sepatu roda berlantai semen. Ingat Olga sepatu roda? Bisa jadi syutingnya dulu di situ ya heheheh

Kembali ke planetarium. Di Jakarta susah untuk kita temukan malam kelam sehingga kita dapat menikmati indahnya bintang dan para rasinya. Namun, dengan adanya bangunan ini akan mengobati kerinduan kita tentang jagat alam ini. Bintang, orbitnya, planet, berbagai galaksi, dan tata surya.

Planetarium ini mulai dibangun pada 1964 lagi-lagi atas gagasan Presiden Soekarno. Pembangunan merupakan sumbangan dari Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Sementara teropong dari pabrik Carl Zeiss Jena dibeli dengan uang yang dihimpun pemerintah.

Akhirnya, pada 10 November 1968 planetarium diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Dan kini, planetarium terus memperbaiki diri. Teropong dan peralatan terus direnovasi. Sayangnya, waktu ke sana kemarin ada beberapa bagian yang ditutup. Karena itu, saya hanya bisa menikmati di ruang pertunjukkan. Sementara dua ruang lain saya tak bisa masuk karena masih dalam tahap renovasi.

Jika kamu berniat untuk menikmati pertunjukkan planetarium dan menyaksikan berbagai keindahan tata surya kita, jangan lupa catat jadwal dengan baik. Sebab, bisa jadi kamu akan tertinggal pertunjukkan atau tidak mendapat tiketnya.

Untuk perorangan setiap Selasa–Jumat jam 16.30 WIB. INGATTTTTTT!!!!! JAM 16.30 tidak boleh terlambat. Loket akan dibuka satu jam sebelum pertunjukkan dan akan ditutup jika pertunjukkan sudah dimulai atau telah penuh. Harga tiket murah banget seharga mi yamin heheeheh Rp7.000. Nah, ini tidak berlaku untuk rombongan.

Planetarium sebuah tempat yang membuat aku lebih merasakan bahwa manusia adalah setitik pasir di pantai yang luas. Kita akan merasakan betapa Tuhan itu Maha Megah dan Kuasa. Selain itu, dengan wisata ke Planetarium kita bisa tahu bahwa bumi kita adalah sebuah keajaiban luar biasa. Dia adalah sesuatu yang biasa (dia tidak terlalu cantik dibanding planet lain), tapi sangat luar biasa. Terlebih, Dia yang menciptakannya.

Baiklah, biar tidak makin penasaran langsung datang saja ke Planetarium Jakarta, Jalan Cikini Raya No 73 lingkungan TIM.

*selamat berwisata*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s