Beranda » in Batavia » Harmonisasi di Rumah Suci

Harmonisasi di Rumah Suci

Dua pekan lalu aku mendapat pesan singkat dari seorang teman untuk menghadiri sebuah acara kerohanian di Istiqlal (14/11). Ini adalah pertama kalinya aku masuk ke masjid peninggalan masa orde lama tersebut. Meski gerimis mengundang, aku tetap jalan kaki ke sana. Memang sebenarnya bisa naik Kopaja 20 jurusan Senen atau Metromini P15 jurusan Pasar Baru. Namun, setelah aku pikir-pikir……kenapa aku tidak jalan sekaligus menikmati sepanjang jalan yang mungkin tak akan bisa aku nikmati lagi lain waktu. Siapa tahu ada yang menarik heheeheh…..^_^

Mari kita kemon…..

Tak lengkap rasanya bila sudah berkunjung ke Ibu Kota tanpa menyempatkan diri berjumpa Tuhan di rumahnya yang suci. ISTIQLAL. Satu kata ini akan langsung mengingatkan kita pada satu bangunan megah di kota yang hampir-hampir tirano ini. Istiqlal berarti MERDEKA. Sebab, masjid ini menjadi simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Istiqlal merupakan satu identitas Bangsa Indonesia. Pasalnya, masjid yang bisa menampung lebih dari 200.000 jamaah ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Wow wunderbar.… Selain itu Istiqlal memang terletak benar-benar di pusat Kota Jakarta. Tepatnya bangunan dengan satu menara ini berada di timur laut Monumen Nasional (Monas).

Bangunan dengan lima lantai ini diprakarsai Presiden I RI Soekarno. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 24 Agustus 1951.

Masjid ini selain untuk melaksanakan ibadah juga digunakan untuk Kantor MUI (Majelis Ulama Indonesia). Bahkan, ada pula sekolah SD dan MTs di sana.

Hal yang menarik dari masjid yang didukung dengan 12 tiang dan berada di tanah seluas lebih dari satu hektare ini adalah arsitekturnya. Sebab, sang arsitek bukanlah orang muslim. Dia adalah Frederich Silaban yang lahir di Bonandolok, Sumatera Utara, pada 16 Desember 1912. Tokoh yang banyak merancang bangunan penting di Tanah Air ini wafat di Jakarta pada 14 Mei 1984.

Bangunan megah dengan kubah berdiameter 45 meter dengan marmer bahan buatan Jerman ini terletak di Taman Wilhelmina yang dihubungkan Kali Ciliwung yang membelah Kota Batavia. Hiasan yang khas juga terdapat di atas kubah masjid ini. Bintang dan bulan berukuran tiga meter. Hal yang paling menyenangkan adalah dua hall besar. Selain itu, bangunan utama dikelilingi halaman luas dilengkapi air pancuran. Tak tertinggal angsa putih yang berenang di kolam.

Jadi lain, kali bila semoat berkunjung ke Ibu Kota sempatkanlah ke sini. Bila kau belum pernah ke sana dan takut salah jalan telepon aku saja yah!

Iklan

2 thoughts on “Harmonisasi di Rumah Suci

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s