Beranda » ageming ati » (mencoba) berubah

(mencoba) berubah

Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu

Waktu terus berjalan. Kegetiran dalam ujian dan musibah mengingatkan aku pada-Mu. Saat seperti itu, tak ada yang ingin aku lakukan selain hanya berdua dengan-Mu. Bahkan, dalam hati kecil yang mudah terbolak-balik ini mengatakan “aku ingin berubah”. Kala menyadari ada kesalahan yang mendarat dalam kehidupan. Penyesalan menghampiri. Dan lagi, mengharapkan perubahan.

Saat melihat orang lain terasa lebih mulia dan memiliki sejuta kelebihan dibanding segumpal tanah bernyawa ini…..Tuhan sekali lagi aku menyadari segala yang Kau beri.

Ketika hati telah terkotori cinta-cinta lain selain pada-Mu ya Rabb…cinta terhadap kepemilikan. Cinta terhadap hamba ciptaan-Mu, cinta pada kibaran kemewahan dunia yang menggiurkan. Cinta pada harta-harta yang kau titipkan. Tuhan betapa malu aku atas bukti cinta yang Kau beri. Sementara aku terus mengeluhkan yang tak seharusnya dikeluhkan.

Saat diri berjanji untuk menjadi lebih baik. Memulai menapaki hidup dengan sesuatu yang baru. Lagi-lagi itu hanya sebuah janji. Janji yang ternyata sulit aku laksanakan. Mohon ampun-Mu Tuhan atas janji yang ternyata hanya di lisan. Janji keberubahan yang ternyata hanya seumur jagung. Astaghfirullahal adzhim

Terus aku pulang pada sikap sebelum kuberubah

Namun, setelah semua berlalu. Saat sakit telah hilang. Aku, hamba-Mu yang nista ini berpulang pada diri lama. Kembali pada diri yang melakukan lagi dosa. Kesalahan dan dosa yang sama. Jatuh pada lubang sejenis.

Aku bahkan mungkin lebih hina dari seekor nyamuk di hadapan-Mu. Aku yang Kau cipta dari air yang menjijikkan. Dari pertemuan dua insan yang saling mencinta atas nama-Mu. Aku yang tak lebih dari sebutir pasir di luasnya pantai.

Aku yang Kau ciptakan untuk menyembah. Aku yang kau cipta untuk memimpin. Aku yang kau cipta dalam bentuk sebagus-bagusnya dan seindah-indahnya makhluk. Aku yang harusnya bisa memilih dan memilah antara yang baik dan yang buruk. Akulah makhluk yang kau beri kemampuan mendapatkan ilmu pengetahuan dan kau bekali alat-alat yang mendukungnya. Aku kau beri pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati; lisan; serta pena.

Tapi, Tuhan….ternyata aku belum mampu menggunakannya, memanfaatkannya. Tetap bimbinglah aku Tuhan agar tak kembali pada jurang godaan itu. Selamatkan aku ya…Rabb.

Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu

Saat perubahan itu telah terlaksana, ternyata tak bertahan lama. Dia hangat kuku. Tak lama-tak lama. Sangat sebentar. Bahkan tak lebih lama dari waktu puasa kepompong menjadi seekor kupu-kupu yang indah dan menawan. Hati ini yang terus terbolak-balik. Hati ini yang serapuh putihnya awan. Hati ini jangan kau biarkan bagai loyang yang sekadar kuningan. Hati ini ya Rabb yang kau biarkan bagai baja kikir yang mudah patah saat tersiram air.

Kekecewaan atas waktu yang telah berlalu. Yang tak meninggalkan apapun di kalbu. Yang tak memberi peluang selain debu. Yang tak memberikan kesempatan untuk kembali merajut kesucian hati.

Waktu yang terus berputar tanpa ada ampun. Dia datang dari sesuatu dan akan kembali pada sesuatu. Dia tak lebih dari sekadar air mata yang tak ada pangkal dan ujungnya. Tuhan sungguh berilah kami ketetapan hati untuk tetap istiqamah di jalan-Mu. Jalan panjang yang tak bertepi. Jalan yang membutuhkan kekuatan diri. Jalan penuh onak dan duri.

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS 11:112).

Jagalah keistiqamahan ini ya Tuhan pemilik segala yang terlihat dan gaib.

Jarang kuterendap dalam sikap di mana kuberubah

Sementara untuk berada dalam lingkaran keimanan, aku rasakan sangatlah berat. Tak lagi terasa kebersamaan dengan-Mu. Meski aku harus jujur Kau tak pernah sedikit pun menjauhiku. Sedetik, sekejap mata sekalipun. Aku yang mudah berpaling dari-Mu. Tak aku hayati dan rasakan perubahan atas sikapku. Apakah ini hanya sekadar topeng untuk menutup borok dan bobrokku? Oh Tuhan bayangan dosa bila berbentuk luka, maka penuh lukalah aku. Berbaulah aku.

Kapan aku akan menikmati malam berdua dengan-Mu Tuhan? Kapan aku Kau beri kesempatan mengendapkan lara jiwa di pundak-Mu? Kapan Kau peluk aku seperti tahun aku memakai abu-abu? Tuhan sungguh kau tak pernah pergi dariku, aku lah yang tak bisa lagi menyingkirkan selimut duniawi ini untuk kembali pada-Mu. Genggam erat aku Tuhan…

Tuhan aku hanya manusia

Mudah berubah lagi dalam sekejap

Tuhan aku ingin berubah

Dan kubertahan dalam perubahanku

Aku manusia Tuhan. Yang Kau cipta penuh kelebihan, tapi aku tak mampu mendulang emas darinya. Manusia yang harusnya lebih dari alam yang terus menerus berbakti pada-Mu. Mereka yang terus bersujud pada-Mu. Sementara aku terbenam dalam kebimbangan dan keluruhan. Aku yang terempas pada keterpurukan hanya karena cinta. Hanya karena cinta. Sangat duniawi. Sangat duniawi. Sementara Kau mengharapkan totalitas ku sebagai hamba, meski Kau tanpaku tetaplah agung. Kau tak butuh aku.

Detik demi detik hati ini berubah secepat angin. A dan B seakan tak pernah berhenti mempermainkan hatiku. Genggamlah aku tuhan hingga aku tak mudah berubah. Ya muqallibalqulub…

Tuhan izinkan aku berubah dan pertahankanlah aku dalam perubahan ini. Jagalah aku dalam jalan dunia yang tak tentu arah ini. Berikan aku akar hingga mampu bertahan dalam cinta-Mu yang kekal dan abadi. Berikanlah cinta duniawi hanya untuk mempersamai-Mu Tuhan. Jangan kau berikan cinta-cinta dunia yang menyesatkanku jauh dari-Mu.

Aku sadar bahwa surga adalah tempat yang tak sanggup aku diami meski aku ingin. Namun, tak sanggup Tuhan jika aku harus ke neraka-Mu. Di sisi lain, aku berdoa agar apa yang aku lakukan bukan hanya sekadar takut neraka dan menginginkan surga-Mu. Ampuni aku Tuhan….

song by edcoustic

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s