Beranda » ceritaku » coco dan cici

coco dan cici

Kedua nama ini bisa jadi bukan apa-apa untuk orang lain. Bahkan, terkesan tak bermakna. Tak bisa memberi nama: itu kata temanku yang beberapa kali mampir ke hunianku. Tapi, bukan untuk aku.

Coco namanya. Nama yang sederhana.
“lho kok Coco?”
Habis dia berwarna cokelat. Kalau aku beri nama lain, misalnya, nama orang. Wah kok kegantengan banget hehehe. Tapi, yang jelas dia lucu, mungil, dan menggemaskan. Rasanya tak bisa jauh-jauh darinya. Dulu aku tak ada ikatan dengan yang namanya boneka. Sejak kecil aku terbiasa dengan kehidupan sosial. Bermain bersama teman adalah hal yang tak bisa digantikan dengan boneka. Tanah adalah bahan utama untuk bergembira.

Tapi, tidak untuk saat-saat ini. Terlebih saat aku jauh dari rumah. Tepatnya, sekitar tiga tahun lalu. Seorang teman baik. Sangat baik dan pastinya sayang akyu heheheheeheh memberikannya padaku saat ulang tahun yang ke-20. ucapan yang sangat indah darinya. Dia tahu betul aku tak ada lagi teman bermain. Jadi, katanya, Coco si beruang cokelat ini akan menjadi temanku.

Waktu berlalu aku merawat dan mulai bersahabat dengan Coco. Setiap pulang kuliah menyapanya. Tidur bersamanya. Ngobrol dan sedikit ngrasani dengannya pula heheheh. Meski kecil, hangat juga dengannya.

Beberapa kali ada acara dan harus menginap, si Coco lupa tak diikutsertakan. Alhasil, mata tak terpejam hehehe. Tapi, tak masalah life must go on with or without you.

coco dan cici

Lama Coco tak ada teman. Hampir tiga tahun. Berkali-kali mbakku nyuruh cari pendamping. Heleh-heleh memang mudah apa cari buat dia. Rencananya, mau dijodohkan dengan si enchan beruang milik tetangga depan kamar. Tapi, yah rencana tinggal rencana. Si Coco lebih kecil dari Enchan heheheh.

Semangat tetaplah ada untuk mencari jodoh untuknya. Bulan empat alias April lalu, saat mbah uti sedo, aku pulang. Saat itu lah aku temukan teman untuk Coco. Si Cici namanya akan aku beri. Agak sedikit ganjen, tapi cantik sekali. Matanya sedikit mengerling. Aku tak tahu persis ini apa, tapi yang jelas dia sudah menawan hatiku sejak pertemuan pertama hehehehe.

Cici. Wuihhhh tak ada nama lain rupanya: lagi-lagi itu komentar teman. Tak kreatif katanya heheheheh. Memang…ngaku.com.

Si cici adalah seekor anjing kecil, tapi sekilas seperti sapi, sekilas lagi seperti anak rusa natal hehehehe, memang ketemunya di toko aksesori natal kok. Semuanya aku iyakan, yang jelas aku sayang mereka. Coco sekarang tak lagi sendiri. Dia ada teman kalau aku tinggalkan.

Coco dan Cici. Mereka biasa saja. Tak ada yang istimewa di dalam diri mereka. Ini seperti juga aku yang sangat biasa. Coco dan cici… si yeye dan pupu pasti merindukan kalian, seperti halnya keluarga dan teman yang kau merindukan mereka. Kita ada dalam satu dekapan rindu yang sama. Kita ada dalam satu pelukan cinta yang hangat. Coco and cici with love.

Iklan

16 thoughts on “coco dan cici

  1. itu belinya dimana ndah??aku jadi mupeng,dirumah aku punya boneka teddy bear (gak nanya) tp buat gantungan kunci….mau beli yang ukuran kecil,trus ditaruh kamar

    • wuihhhh kamu punya teddy bear? buat aku saja kalau bgtu

      yang mana? dua-duanya aku dikasih jal hehehehehehehe: si coco di kasih teman. si cici yang ada tanduknya itu kado dari mbakku.

  2. di update lagi dong mbak tulisannya. biar keren. Eh, 30 oktober ada pesta blogger tuh kalo mau ikut. Mbayar gocap tapi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s