Beranda » ceritaku » Doggy

Doggy

Satu status teman di jejaring sosial mengatakan tentang anjing dan hari anjing hehehhehhe. Sebenarnya kalau dilihat dari seluruh konteks yang ditulis, ini adalah sebuah umpatan. Namun, saya tak melihat ke arah sana. Saya lebih tertarik dengan penyebutan hewan berkaki empat itu.

Anjing nama hewan itu. Huhft jahatnya manusia yang selalu mengumpat dengan menyebut dia. Padahal, dia kan tidak salah apa-apa. Anjing adalah hewan yang paling setia terhadap majikannya. Ia sangat berbeda dengan kucing yang selalu sok manis dan sok manja, suka mencuri lagi hehehehe.

Ngomong-ngomong soal anjing saya jadi teringat satu cerita dalam kitab (wah yang ini sedikit pengetahuan saja, soalnya saya kan bukan ahli agama). Begini ceritanya, pada zaman dulu ada beberapa pemuda yang percaya kepada Allah. Ada yang menyebut jumlah pemuda itu 3, 5, 7, 8, tapi berapa pun jumlahnya yang jelas ada satu anjing di dalamnya. Nah, setelah mereka tertidur selama 3 abad atau tepatnya 309 tahun. Ckckkckckck bisa berapa puluh keturunan tuh kalau sudah beranak-pinak. Yang menarik dari kasus ini adalah (heleh kuliah kali!) si anjing yang ikut melarikan diri dan ikut bobok di gua itu namanya masuk dalam kitab. Wuih wunderbar…Istilah Al-Raqim disebut di dalam Al-Quran pada ayat ke-9 Surah Al-Kahf dan ahli tafsir menyatakan bahwa Al-Raqim ialah nama anjing pemuda-pemuda tersebut dan ada sebagian yang lain menafsirkan sebagai batu bersurat. Yah, namanya juga tafsir kan bisa beberapa versi. Tapi yang jelas dan memang keren adalah anjing itu.

Hayah-hayah….yang benar? Ya bener lah masak gue bo’ong!!! Dalam hukum Islam memegang, merawat, dan memelihara anjing hukumnya najis. Tepatnya najis mughollazoh/mughaladhah. Artinya, najis berat. Wuihhh seremnya….tapi, bro en sista….kita wajib dan kudu tahu bahwa najis berat ini BUKAN haram. Terus? Ya ada cara menyucikannya lah biar tak lagi jadi najis. Pegimane? membasuh dengan air yang telah dicampurkan tanah sekali dan membilasnya dengan air mutlak sebanyak 6 kali. Dalam bahasa Melayu istilah ini disebut DISAMAK (macam kulit sapi atau kambing saja ya kita). Jadi, freund und freundinnen yang haram itu memakan babi atau anjing bukan menyentuhnya.

Kembali ke…..anjing. Hewan yang suka mengejar kalau kita berlari ini pun dimasukkan surga oleh Allah karena kesetiaannya. Dan tentang menyentuhnya justru memperlihatkan hubungan baik kita terhadap lingkungan. Ingat lho kita kan harus seimbang: hubungan dengan Tuhan, dengan manusia, dan dengan lingkungan. Kayak mana coba kalau kita adalah seorang dokter hewan yang memang harus memegangnya? Apakah tidak kita lakukan? Bahkan, ada kisah seorang pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan.

Wah jadi ngelantur ke mana-mana. Sebagai seorang muslim saya memang belum pernah memegang anjing, apalagi memeliharanya, meski sebenarnya ingin. Bahkan, saking kepengennya saya sering nyapa anjing tetangga. Doggy namanya. Dia anjing besar jenis labrador yang besar dan berwarna cokelat.
Anjing ini milik alm Pak Petrus pemilik rumah gedongan yang di ujung gang. Setiap pagi, dulu waktu sang pemilik masih hidup doggy selalu diajak jalan-jalan. Namun, setelah sekitar 2 tahun lalu meninggal doggy jadi pemurung. Kadang-kadang dia menggonggong tak jelas.

Setiap pagi pula pas masih aktif kuliah aku sering panggil dia “Doggy….Doggy…”. Merasa ada yang panggil, dia langsung menuju gerbang yang tertutup rapat. “Guk…guk…guk” menggonggong sambil mengeluarkan moncongnya.

Suatu kali, Doggy dikabarkan hilang. Mbak yang suka nyuci sekaligus tetanggaku ikut sibuk mencari karena dia yang memandikannya setiap pagi setelah Pak Petrus meninggal. Tak tahunya, si Doggy nangkring di dekat pusara sang majikan (memang kebetulan dekat).

Tapi, sekarang aku jauh dari rumah. Ketika aku pulang dan kebetulan berada di gang yang dulu tempat aku panggil dia sekaligus memanggilnya. Tak ada lagi sahutan seperti dulu. Aku jadi kangen pengen panggil Doggy dan disahuti dengan gonggongan. Tapi, jangan sampai dikejar hehhehehh….sampai jumpa Doggy.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s