Beranda » sok PUITIS » historie

historie

Kamu pernah merasa terkena pisau? Jika belum, sesekali bantulah ibu memotong sayur. Sakitnya sungguh luar biasa. Nyeri, perih, tak mampu melakukan aktivitas, bahkan seluruh tubuh merasakan luka yang hanya secuil itu. Namun, betapa sakitnya luka berdarah akibat tajamnya pisau, yakinlah bahwa dia akan segera mengering dan sembuh jika kau mau sungguh-sungguh mengobatinya. Namun, bisa jadi luka itu tak jua sembuh. Sebab, saat telah mengering, tanpa sadar tersentak dan nyeri. Bahkan, berdarah.
Begitu pun dengan sebuah perselisihan. Dia ibarat luka yang wajib kita yakini kesembuhannya dengan kesungguhan hati untuk merawatnya. Perselisihan yang sebenarnya adalah hal kecil, tapi mampu meluluhlantakkan aktivitas diri. Persengketaan yang mampu mengguncang kehidupan manusia. Bahkan, akan terus-menerus terasa.
“Perpisahan”, sebuah kata menyakitkan. Tak ada yang lebih mengerikan dari pada membayangkannya. Perpisahan bisa jadi akhir dari sebuah persengketaan. Perpisahan antara raga dengan jiwa. Perpisahan antara teman. Perpisahan antara orang tua dengan anak-anaknya. Dan entah perpisahan apa lagi yang membuat seseorang merasa kehilangan. Perpisahan ini pun begitu terasa meski tak pernah rasa berjumpa.
Perpisahan, sakitnya pun laksana tergores pisau. Dia akan segera sembuh ketika didiamkan sementara. Dia akan segera sembuh saat kita mulai mencoba memahami penyebab sakitnya serta mencoba merawatnya. Dia akan segera baik bila kau mau. Tak ada luka yang tak sembuh. Begitu pula hati. Sebab, hati dan segala memori yang ada di dalamnya layaknya kue lapis. Dia akan terlapis satu demi satu. Satu menumpuk yang lain. Meski tertutup, bukan berarti hilang. Tak akan pernah ada yang hilang dalam sejarah kehidupan seseorang. Lembaran baru terus ada sejalan dengan lamanya hidup, tapi lembaran-lembaran lama suatu kali akan muncul tiba-tiba. Bilamana kita teringat dengan lembaran kisah itu, bisa jadi kita akan tertawa, bisa jadi pula akan menitikkan air mata. Tak ada perpisahan, hanya masa reses. Tak akan lama hanya sepanjang jati meranggas. sebab, perpisahan adalah sebuah pisau yang melukai hati kita.

(31/8/10)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s