Beranda » sok PUITIS » ramadan kali ini

ramadan kali ini

Dulu. Kemarin dulu. Bahkan, kemarin. Tahun kemarin. Sedihlah rasa jika mengingat. Muncul pertanyaan dalam diri sendiri. Mengapa dulu tak aku gunakan sebaik mungkin waktu yang selebar-lebarnya itu. Meninggalkan waktu-waktu dengan kegiatan yang seharusnya bisa mengkhusyukkan ibadah. Waktu terbuang begitu saja.
Kini, terasa sudah bahwa pedang itu terayun. Dulu, waktu-waktu dulu. Aku sering menghabiskan waktu di luar rumah. Bertemu teman-teman. Berbuka puasa di jalan, dengan teman-teman kampus, teman-teman organisasi, teman-teman sekolah, atau mungkin ngendon di kos teman. Bahkan, hanya dua kali untuk menikmati buka puasa di rumah. Lekat sekali rasanya perkataan ibunda. Suatu kali ketika berbuka di rumah, tak ada sesuatu yang manis untuk takjil. Maklum, biasanya beliau rajin memasakkan dawet atau sejenisnya. Namun, tidak waktu itu. Lantas beliau berkata: haiyah, kalau dimasakkan tidak pernah di rumah, sia-sia aku memasaknya. Dengan bahasa jawa yang kental. Terdiamlah aku. Menyadari bahwa begitu banyak waktu aku habiskan di luar rumah, tanpa mengingat bahwa semua yang di rumah tentu menunggu untuk sekedar makan bersama. Tidak hanya itu, sering kali aku pulang begitu larut hingga tak sempat ngobrol dengan mereka.
Dulu, sewaktu aku kecil. Nikmat rasanya mengingat salat tarawih berjamaah di surau dekat rumah. Ya, rumahku dekat dengan surau yang dulunya rumah tua. Kini kami telah benar-benar membangun sebuah surau di halaman rumah itu. Banyak anak seusiaku ada di sana. Ramadan adalah saatnya aksi herheheh. Sebab, hampir setiap waktu kami habiskan di sana. Maklum, surau itu dulu masih di rindangi pohon mangga yang kini entah ke mana. Sebelum subuh kami sudah angkring di surau. Bakda subuh, kami pun jalan-jalan bersama. Tak lupa kami menyalakan mercon heheheeh (ini kenakalan yang tidak akan terlupakan).
Seharian beraktivitas di luar, saat yang paling dinanti tiba. Magrib….horeeee. di surau kami jarang sekali ada buka bersama sehingga kami ke surau setelah takjil. Saya benar-benar menikmati masa kecil dengan sangat. Saat salat tarawih tiba, terasa sekali kebersamaan itu yang kini tak bisa aku dapatkan kembali.
Tarawih dan tadarus adalah satu paket yang tidak akan terpisahkan. Ketika masing-masing dari kami saling menyimak bacaan Quran, mendengarkan dengan seksama, dan membetulkan bacaan-bacaan teman yang salah. Oh iya, saya masih ingat betul ketika masih TPA heheheh, tapi bukan di surau itu. Kami menghabiskan malam-malam kami dengan membaca ayat Allah.
Saat lain yang paling berkesan adalah saat sahur tiba. Teman-teman saya sering berkeliling untuk membangunkan warga dengan berbagai alat yang bisa menimbulkan bunyi. Semua terangkai dalam ingat dengan baik. Hingga lebaran tiba dan kami mengumandangkan takbir dengan obor berkeliling kampung.
Kini, surau itu telah menjadi masjid yang bagus. Namun terasa gersang. Sebab, semua pohon telah ditebang. Kini, surau yang dulu makmur dengan banyaknya jamaah hanya dipenuhi orang-orang yang telah tua renta. Surau yang seharusnya kuat dengan bangunan barunya itu kini terasa tak bernyawa.
Begitu pun aku kini. Semua itu terasa mahal. Sekarang, semua seharga dengan emas intan yang seakan aku tak mampu menggapainya. Padahal, itu hanya beribadah. Ini hanya tentang waktu aku berkhalwat dengan Tuhan-ku. Bukan hal yang mahal bukan?
Tak lagi bisa aku nikmati kebersamaan dalam sebuah majelis taklim, dalam mimbar kuliah subuh, dan buka puasa bersama keluarga yang dulu sering kali aku sia-siakan.

Seandainya kamu sekarang ada di tengah keluarga. Seandainya kini engkau sedang di surau bersama temanmu. Seandainya kau sedang menikmati persiapan sahur nanti malam. Maka, nikmatilah dan gunakan waktumu seutuhnya dengan mereka yang menyayangimu. Sebab, itu semua tidak akan pernah kembali meski sedetik pun. Gunakanlah sebaik yang engkau mampu karena dia tidak akan memberikan ampun jika kau tinggalkan satu kali saja. Dan itu semua akan terasa saat engkau jauh dari mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s